SEJARAH

Polda Kalsel memiliki sejarah panjang dalam pendiriannya. Sempat tergabung dengan Kalteng, kini berdiri sendiri, hingga dibangunnya Makopolda baru di Banjarbaru.

Terbentuknya Polda Kalsel tak bisa lepas dari situasi politik negeri ini yang tak stabil di sekitar tahun 1950-an silam.

Kekacauan nasional dengan kemunculan kelompok separatis bersenjata, membuat pemerintah melakukan penumpasan dan pengamanan berbagai daerah, termasuk di Kalsel.

Saat itu, pemerintah membentuk Mobrig yang kini berubah menjadi Korps Brigade Mobile (Brimob).

Dari satuan Mobrig di Surabaya sekitar tahun 1953, dikerahkan ke Kalimantan, termasuk ke Kalsel. Tujuannya, menumpas dan memadamkan pemberontakan rakyat pimpinan Ibnu Hajar, Komandan Pasukan Penggempur Divisi IV ALRI Kalsel.

Ibnu Hajar pada tahun 1950, membentuk Kesatuan Rakyat yang Tertindas (KRyT). Gerombolan ini menyatakan gerakannya sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia (NII) dengan wilayah pergerakannya di daerah Hulu Sungai, sepanjang kawasan pegunungan Meratus.

Selain kelompok Ibnu Hajar, ada juga kelompok yang dikenal dengan nama Gerakan Mandau Talawang Panca Sila (GMTPS), pimpinan Christian Simbar di daerah sepanjang perairan Sungai Barito di wilayah Kalteng.

Bersamaan datangnya pasukan Mobrig, Kepolisian Kalimantan pada 1953 terbentuk. Berkedudukan pertama di Banjarmasin.

Pada awalnya, Polda Kalsel dikenal dengan sebutan Kepolisian Keresidenan Kalimantan. Pada saat itu, Keresidenan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjadi satu, berkedudukan di Banjarmasin.

Baru pada 23 Mei 1957, Keresidenan Kalimantan Tengah resmi berdiri sendiri menjadi provinsi dengan ibu kota Palangka Raya.

Meski demikian, Kepolisian Kalimantan masih mencakup Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Pangab Nomor: Kep/11/X/1992 tanggal 5 Oktober 1992, terjadi likuidasi Polda Kalselteng menjadi Polda Kalsel dan Polda Kalteng yang realisasinya dilaksanakan pada penghujung tahun anggaran 1994/1995.

Pemisahan ini ditandai dengan penyerahan Pataka Tunggal Dharma Visudha untuk Polda Kalsel, dan Pataka Manunggal Dharma Carya Jaya untuk Polda Kalteng.

Saat itu, status Polda Kalsel yang sebelumnya type “B” dipimpin oleh seorang Brigjen, sejak likuidasi tersebut turun menjadi type “C” dan dipimpin oleh seorang Kolonel.

Pada perkembangan berikutnya, berdasarkan keputusan Menhankam dikukuhkan pada 19 Oktober 1999, status Polda Kalsel ditingkatkan kembali menjadi type “B”. Bersama-sama dengan Polda Kalbar, Polda Yogyakarta, Polda Sulut, Polda Bali, Polda Aceh, Polda Riau, Polda Jambi, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Polda Maluku.

Seiring berjalan, pada tahun 2018, tipilogi Polda Kalsel secara resmi naik dari tipe B menjadi tipe A. Hingga yang sebelumnya dipimpin Brigjen, menjadi Irjen Pol.Drs. Rachmat Mulyana, S.H.

Kenaikan tipologi mengacu surat keputusan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Nomor Kep/675/V/2018 tertanggal 21 Mei 2018 tentang Peningkatan Tipe Polda Kalimantan Selatan dari tipe B menjadi tipe A yang diresmikan langsung oleh Wakapolri Komjen Pol Syafruddin di Mako Satbrimob Polda Kalsel.

Pada kepemimpinan Kapolda Kalsel Irjen. Pol.Winarto, S.H., M.H. hari Jumat 21 Juni 2024 Pataka “Tunggal Dharma Visuda” di Mako Polda Kalsel Banjarmasin secara resmi di pindahkan ke Mako Polda Kalsel yang baru di Jalan Dharma Praja Timur, Kelurahan Cempaka, Banjarbaru.