Monumen Bersejarah Polda Kalsel “MATHILDA BATALYERI”

     Semangat juang dan pengabdian yang tiada terkira Mathilda Batalyeri menjadi hal yang patut untuk dihormati dan dikenang. Untuk jasa-jasanya tersebut, atas perintah Kadapol XIII Kalselteng  Brigjen Pol. Drs. Sanusi (Mantan Kapolri periode 1987-1991), maka pada tanggal 13 Agustus 1983 dibangun  ” Monumen Bhayangkari teladan Mathilda Batalyeri” di Kurau dan selaesai pengerjaannya pada tanggal 15 Oktober 1983. Kemudian bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 Nopember 1983, monumen tersebut diresmikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Bhayangkari Ny. Anton Soedjarwo (istri Kapolri Jenderal Polisi Anton Soedjarwo periode 1982-1987).

     Pada bagian depan monumen terukir tulisan yang merupakan pesan terkahir dari seorang Bhayangkari yang bernama Mathilda Batalyeri yang berbunyi

“KEPADA PENERUSKU, AKU BHAYANGKARI DAN ANAK-ANAKKU TERKAPAR DISINI, DI BUMI KURAU YANG SUNYI, SEMOGA PAHATAN PENGABDIANKU MEMBERI ARTI PADA IBU PERTIWI”

     Posisi tubuh Mathilda Batalyeri ketika gugur ditandai dengan dua buah tiang kayu kecil yang bersisian, dan karena jasa-jasa dan sikap kepahlawanan yang telah ditunjukkan maka Mathilda Batayeri mendapat penghargaan Medali Melati oleh Bhayangkari pada tahun 1983. Mathilda sendiri setelah peristiwa Kurau tersebut dimakamkan di tanah perkuburan Nasrani Jl. Kamboja Banjarmasin. Namun pada tahun 1989, kerangkanya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan di Pelaihari Kabupaten Tanah Laut berdekatan dengan makam ketiga anaknya.