Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing

Kalimat sederhana yang maksudnya “pantang menyerah dan berjuang sampai titik darah penghabisan” itu masih tergores tegas pada sbuah menumen perjuangan di Pegungungan Mandai Kalimantan Selatan, sebuah tempat bersejarah diproklamasikannya kehendak rakyat Kalimantan untuk tetap mendukung proklamasi 17 Agustus1945
Tiga kata, satu kalimat judul di atas bukan hampa makna, tetapi mengandung arti apabperkerjaan maka haruslah dituntaskan hingga sempurna. Setiap orang bertangggungjawab untuk menuntaskan pekerjaannya jangan sampai mengantung. Semboyan ini juga merupakan lambang bahwa penduduk Kalimantan Selatan selalu tekun dalam bekerja melaksanakan segala sesuatu dengan penuh rasa kesanggupan, istiqomah dan konsekuen tanpa berhenti di tengah jalan.
    Begitupun dengan Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan yang selalu berusaha untuk menuntaskan setiap pekerjaan atau permasalahan yang dihadapi. Terlebih dengan dinamika kehidupan di Kalimantan Selatan yang terus berkembang mengikuti perkembangan jaman. Dengan posisi strategis karena berada tepat di tengah-tengah wilayah geografs Indonesia, membuat Kalimantan Selatan memikul tanggungjawab yang tidak mudah karena tantangan yang dihadapi semakin berat dari waktu ke waktu.